BAB 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan setelah mendapat

BAB
III

METODE
PENELITIAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

A.   
Tempat
dan Waktu Penelitian

1.      Tempat Penelitian

Suatu penelitian
memerlukan tempat penelitian untuk memperoleh data dan untuk mencapai tujuan
penelitian. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti memilih SMP Negeri 4
Surakarta yang beralamat di Jalan D. I. Panjaitan No. 14 Surakarta.

Hal ini diambil dengan pertimbangan:

a.       Merupakan
salah satu sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 edisi revisi 2017
sebagai pedoman pembelajaran.

b.      Adanya
masalah untuk diteliti.

c.       Adanya
keterbukaan dari pihak sekolah sehingga memudahkan didalam melaksanakan
penelitian yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.

2.      Waktu Penelitian

Waktu penelitian
dilaksanakan setelah mendapat perijinan dari pihak yang berwenang. Penelitian
ini direncanakan selama kurang lebih 
tujuh (7) bulan yang dimulai dari tahap pengajuan judul, penyusunan
proposal, ijin penelitian, pengumpulan data, analisa data, sampai pada
penyusunan laporan dengan rincian sebagai berikut:

Tabel Rencana Waktu dan Kegiatan
Penelitian

No.

Kegiatan

2017

2018

Des

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

1

Pengajuan Judul

 

 

 

 

 

 

 

2

Penyusunan Proposal

 

 

 

 

 

 

 

3

Ijin penelitian

 

 

 

 

 

 

 

4

Pengumpulan Data

 

 

 

 

 

 

 

5

Analisis data

 

 

 

 

 

 

 

6

Penyusunan Laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

B.     Desain Penelitian

Menurut Sugiyono (2010:
297), populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan
pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah
suatu cara untuk mencari jawaban-jawaban atas permasalahan yang sedang diteliti
seperti data dan sebagainya yang diperlukan untuk memperkuat jawaban guna
mencapai tujuan dan kegunaan tertentu.

Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk
mengungkapkan masalah dengan jalan mengumpulkan data atau informasi, menyusun,
menganlisa, dan menginterpretasikan data berupa angka dan skor terkait suatu
peristiwa atau gejala yang sedang berlangsung pada masa sekarang. Dengan
menggunakan metode deskriptif kuantitatif tersebut peneliti bertujuan untuk
mengetahui besarnya hubungan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi keberagaman
suku, agama, ras, antargolongan dalam Bhinneka Tunggal Ika dan sikap menghargai
keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan di SMP Negeri 4 Surakarta.

 

C.   
Populasi
dan Sampel

1.      Populasi

Menurut Suharsimi
Arikunto (2013: 173) menyatakan bahwa populasi adalah “keseluruhan subyek
penelitian”. Sedangkan menurut Sugiyono (2010:297), populasi diartikan “sebagai
wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudia ditarik kesimpulannya”.  Berdasar
pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan
subjek penelitian yang ditetapkan oleh penelit untuk dianalisis.

Adapun yang menjadi
populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A, VII B, VII C, dan VII D
SMP Negeri 4 Surakarta yaitu sejumlah 128 siswa.

2.      Sampel

Menurut
Mardalis (2004:56) sampel adalah contoh yaitu sebagian dari seluruh individu
yang menjadi objek penelitian. Sedangkan, 
Sugiyono (2010:118) menyatakan bahwa sampel adalah “bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki populasi”. Secara umum dapat disimpulkan bahwa
sampel adalah wakil dari populasi yang memiliki karakteristik sejenis.

Menurut
Arikunto (2006:134) “apabila subjeknya kurang dari 100 lebih, baik diambil
semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah
subjeknya besar dapat diambil 10%-15% atau 20%-25% atau lebih”. Berdasarkan
pada ketentuan tersebut maka peneliti menetapkan jumlah sampel sebesar 25%
yaitu 32 siswa.

 

D.   
Teknik
Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dalam
penelitian harus dilakukan, supaya diperoleh sampel yang benar-benar mewakili
(representatif) dan dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya.

Sugiyono (2010:119)
menyatakan bahwa pada dasarnya teknik sampling dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1.      Probability sampling meliputi:

a.      Simple Random Sampling  yaitu cara pengambilan anggota sampel dari
populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam
populasi yang dianggap homogen.

b.      Proportionate Stratified Random
Sampling yaitu cara pengambilan sampel bila populasi berstrata
tetapi kurang proporsional.

c.       Disproportionate Stratified Random
Sampling yaitu cara pengambilan sampel bila populasi berstrata
tetapi kurang proporsional.

d.      Cluster Sampling (Area Sampling) yaitu
cara pengambilan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat
luas.

2.      Nonprobability sampling, meliputi:

a.      Sampling sistematis, yaitu
cara pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah
diberikan nomor urut.

b.      Sampling Kuota, yaitu
teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu
sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

c.       Sampling insidental, yaitu
teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara
kebetulan/ insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampelm bila
dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data,

d.      Sampling Purposive, yaitu
teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

e.       Sampling Jenuh, yaitu
teknik penentuan sampel bila semua anggota popilasi digunakan sebagai sampel.

f.       
Snowbal
Sampling, yaitu teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya
kecil, kemudian membesar.

Teknik pengambilan sampel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, yaitu
diambil secara acak dari populasi yang telah ditentukan oleh peneliti.

 

Pengumpulan
Data

1.     
Variabel
Penelitian

Menurut Sugiyono (2010:
61) variabel bebas (independen) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau tibulnya variabel dependen (terikat). Dalam
penelitian ini variabel bebasnya adalah kemampuan mengidentifikasi keberagaman
suku, agama, ras, dan antargolongan dalam Bhinneka Tunggal Ika (X). Sedangkan
variabel terikat (dependen) adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi
akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2010: 61). Dalam penelitian ini
variabel terikatnya adalah sikap menghargai keberagaman suku, agama, ras, dan
antargolongan (Y).

 

2.     
Metode
Pengumpulan Data

Penelitian ini
menggunakan tiga (3) instrumen pengumpulan data yaitu a) metode tes, b) metode
angket/ kuesioner, dan menggunakan metode dokumentasi.

a.       Metode
tes

Menurut
Arikunto (2013: 193) tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat
lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi,
kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Ditinjau dari
sasaran atau objek yang akan dievaluasi, maka dibedakan adanya beberapa macam
tes diantaranya yaitu:

1)      Tes
kepribadian (personality test), yaitu
tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang.

2)      Tes
bakat (aptitude test), yaitu tes yang
digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.

3)      Tes
intelegensi (intelligence test), yaitu
tes yang digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat
intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang
akan diukur intelegensinya.

4)      Tes
sikap (attitude test), yaitu alat
yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.

5)      Teknik
proyeksi (projective technique).

6)      Tes
minat (measures of interest), yaitu
alat untuk menggali minat seseorang terhadap sesuatu.

7)      Tes
prestasi (achievement test), yaitu
tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari
sesuatu.

Dalam
penelitian ini peneliti menggunakan metode tes atau soal-soal tes. Soal tes
terdiri dari beberapa butir tes (item) yang masing-masing digunakan untuk
mengukur kemampuan siswa dalam mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras,
dan antargolongan dalam Bhinneka Tunggal Ika.

b.      Metode
kuesioner/ angket

Sugiyono
(2010: 199) menyatakan bahwa, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk dijawabnya. Sedangkan menurut Arikunto (2013:194) “kuesioner
adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi
dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia
ketahui”. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kuesioner
adalah teknik pengumpulan data berupa daftar pernyataan atau pertanyaan
tertulis yang dibuat oleh peneliti guna memperoleh data dari responden.

Jenis
angket yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur sikap menghargai keberagaman
suku, agama, ras, dan antargolongan adalah angket tertutup dengan menggunakan skala likert, yaitu responden
memilih  jawaban dengan memberi tanda
contreng (?) pada kolom jawaban yang sudah disediakan. Jawaban setiap instrumen
menggunakan skala likert meliputi SS,
S, TS, STS. Adapun cara pemberian skor setiap item pertanyaan adalah sebagai
berikut:

1)      Pernyataan
Positif

SS        : Sangat Setuju                        bobot 4

S          : Setuju                                    bobot 3

TS        : Tidak Setuju                         bobot
2

STS     : Sangat Tidak Setuju             bobot 1

2)      Penyataan
Negatif

SS        : Sangat Setuju                        bobot 1

S          : Setuju                                    bobot 1

TS        : Tidak Setuju                         bobot 3

STS     : Sangat Tidak Setuju             bobot 4

Angket
yang telah disusun perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu. Hal ini
dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reabilitas tiap butir pertanyaan.

c.       Metode
Dokumentasi.

Menurut
Arikunto (2013:201), dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya
barang-barang tertulis. Metode dokumentasi adalah mencari data dengan
penyelidikan benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen,
peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.. Penelitian
ini menggunakan dokumentasi berupa buku-buku yang relevan dengan konteks yang
diteliti.

 

Validasi
Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian
harus memenuhi 2 persyaratan yaitu harus valid dan reliabel. Instrumen yang
valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang
seharusnya diukur yaitu terkait dengan variabel-variabel yang diteliti dalam
penelitian. selain itu instrumen penelitian juga perlu dilakukan uji
reliabilitas. Menurut Sugiyono (2010:172), hasil penelitian yag reliabel bila terdapat
kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Jadi instrumen yang reliabel adalah
instrumen yang bila digunakan pada waktu yang berbeda akan menunjukkan hasil
sama (ajeg).

Uji
Validitas

Menurut Suharsimi
Arikunto (2013: 211), “validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan
tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”. Instrumen yang valid
adalah instrumen yang mempunyai nilai hitung lebih tinggi jika dibadingkan
dengan nilai tabel yang telah ditentukan, sedangkan instrumen yang tidak valid
adalah instrumen yang nilai hitungnya rendah dari pada nilai tabel yang telah
ditentukan.

Macam-macam
validitas menurut Sugiyono (2010) terdiri atas:

a.      
Pengujian Validitas Konstrak (Construct Validity)

b.      Pengujian
Validitas Isi (Content Validity)

c.       Pengujian
Validitas Eksternal

Jenis validitas yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian validitas isi karena instrumen
yang berbentuk tes. Pengujian validitas isi yaitu pengujian validitas dengan
membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan
untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengidentifikasi keberagaman suku, agama,
ras, dan antargolongan dalam Bhinneka Tunggal Ika dengan sikap menghargai
keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan siswa di SMP N 4 Surakarta.

Adapun untuk mengetahu
valid atau tidaknya butir soal maka diuji dengan rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh
Pearson dalam Suharsimi Arikunto (2013:213) sebagai berikut:

Keterangan

rxy        :
Koefisien korelasi antara variabel X dan Y.

X         : Skor
masing-masing item variabel X

Y         : Skor
masing-masing item variabel Y

?X      : Skor
total variabel X

?Y      : Skor
total variabel Y

?XY   : Jumlah dari
hasil perkalian X dan Y

?X2     :
Jumlah kuadrat dari X

?Y2     :
Jumlah kuadrat dari Y

N         :
Jumlah subyek/ responden

Untuk mengukur taraf
validitas tiap butir item dalam angket maka hasil dikonsultasikan dengan nilai
r product moment dalam taraf
signifikan 5%, dengan ketentuan jika:

a.       Bila
rhitung ? rtabel berarti valid.

b.      Bila
rhitung ttabel maka koefisiennya atau signifikan berarti. Sebaliknya
jika thitung ? ttabel maka koefisien korelasinya tidak
signifikan atau tidak berarti.

Daftar pustaka

Sugiyono. 2010.  Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Mardalis. 2004. Metode
Penelitian (Suatu Pendekatan Proposal). Jakarta: Bumi Aksara

Suryono, Hassan. 2005. Statitik Pedoman, Teori, dan Aplikasi. Surakarta: Lembaga
Pengembangan Pendidikan dan UNS Press.

Arikunto, S. 2006. Prosedur
Suatu Penelitian: Pendekatan dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

———–. 2013. Prosedur
Suatu Penelitian: Pendekatan dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta