A. apa saja hal yang ingin ia teliti terhadap

A.  
PENGERTIAN
AKTIVITAS SOFT SISTEM THINKING

Aktivitas
adalah suatu proses kegiatan manusia dengan dunia yang dilakukan dalam mencari
suatu tujuan agar tercapai menjadi manusia yang hakiki atau manusia yang
sebenarnya yaitu manusia yang mau berfikir dan dalam menjalankan pikirannya
tersebut dapat melalui kegiatan yang positif dan proporsional.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Soft
system thinking adalah sebuah system proses yang
sangat cocok untuk membantu suatu organisasi dalam menjelaskan tujuan sebuah
organisasi tersebut dan kemudian dapat merancang system aktivitas manusia untuk
mencapai tujuan tersebut.

Jadi,
kesimpulannya aktivitas soft system thinking adalah suatu system proses yang
membantu kegiatan manusia ataupun organisasi agar tercapai segala aktivitas
manusia yang mereka inginkan dan dapat menciptakan individu-individu manusia
yang dapat bekerja secara professional dan proporsional dalam dibantunya oleh
ada soft system thinking tersebut.

 

B.  
5
AKTIVITAS SOFT SYSTEM THINGKING

1.     
MENGIDENTIFIKASI
MASALAH YANG TIDAK TERUKUR.

Masalah yang
tidak terukur adalah masalah yang tidak dapat diukur dengan data yang akurat
karena masih dalam kesimpang siuran kebenaran masalah tersebut. Oleh karena itu
kita harus memiliki cara agar dapat menemukan masalah tersebut dapat
diselesaikan atau ditemukan penyebabnya. Agar dapat diukur maka
variable-variable tersebut harus konseptual, artinya variable tersebut didukung
oleh teori-teori yang relevan. Suatu variable dengan mudah dikendalikan apabila
data-data tersebut dikumpulkan dan tersedia atau bersedianya responden menjadi
unit analisis untuk mengisi instrument penelitian tersebut. Hal lain yang perlu
diperhatikan peneliti adalah dalam menentukan atau memilih variable.
Berdasarkan namanya, variable memiliki ciri harus bervariasi. Insentif yang biasa
ditemukan disebuah perusahaan/organisasi untuk digunakan organisasi yang sama
bukan variable, namun faktanya karena besarnya sama saja untuk golongan atau
jenjang (level of job) yang sama. Kinerja adalah variable karena setiap orang
memiliki level of performances yang berbeda, demikian juga motivasi kerja atau
kepuasan kerja, jelas dapat dipakai sebagai variable karena tiap orang memiliki
tersebut yang bervariasi. Namun biasa yang dilakukan oleh seorang peneliti itu
terkadang keliru dalam menyebut misalkan sebuah kebijakan sebagai variable,
karena kebijakan yang dimiliki sebuah perusahaan/organisasi tidak akan pernah
bervariasi. Jadi, dalam hal ini setiap para peneliti haruslah berfikir secara
logis dalam menentukan apa saja hal yang ingin ia teliti terhadap sebuah
kebijakan atau penilaian atau pemahaman karyawan. Seharusnya yang bervariasi
itu adalah persepsinya, penilaiannya atau pemahamannya terhadap
kebijakan-kebijakan yang telah ditentukan tersebut. Oleh karena itu, apabila
ditanya apa variablenya maka jawabannya adalah persepsi atau pemahaman,
sehingga peneliti dituntut untuk mencari teori-teori tentang persepsi atau
pemahaman terhadap kebijakan. Jadi, variable tersebut bukan termasuk dalam
kebijakan, karena kebijakan tidak bervariasi. Faktor penamaan variable sangat
mempengaruhi peneliti dalam menentukan teori-teori yang akan diterapkan dalam
sebuah karya ilmiah baik itu skripsi, tesis, bahkan disertasi. Demikian juga
contoh-contoh lain seperti budaya organisasi, iklim organisasi, kompensasi,
rekrutmen, gaji, pemberdayaan dan sebagainya.

Dalam penelitian
ilmiah, variable pada umumnya ada dua yaitu variable bebas (independent
variable) yang dapat mempengaruhi atau lebih dulu terjadi terhadap variable
lain yang disebut terikat (dependent variable). Variable terikat inilah yang
menentukan inti topik seorang peneliti yang mencerminkan spesialiasasinya.

Ada beberapa
teknik merumuskan masalah yang tidak terukut caranya yaitu sebagai berikut :

a). Bertitik
tolak belakang dari masalah penelitian yang telah digambarkan
      atau
dideskripsikan dalam latar belakang penelitian.

b). Dirumuskan
dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan dengan padat,
      singkat dan jelas.

c).  Menyatakan hubungan sebab akibat
antar-variable.

d). Rumusan
masalah hendaknya terukur berdasarkan indicator-indikator
      atau variable-variable penelitian.

Agar masalah
terlebih focus dan tidak melebar ke mana-mana, maka perlu dibatasi. Ada
beberapa teknik membatasi masalah diantaranya :

a).  Batasi ruang lingkup wilayah penelitian.

b).  Membatasi masalah yang dapat ditinjau pula
dari ruang lingkup materi.

c).  Waktu penelitian perlu dibatasi jika
diperlukan.

 

2.     
MENGUMPULKAN
DATA DAN INFORMASI YANG BERKAITAN DENGAN INFORMASI YANG MELAKUKAN OBSERVASI,
SURVEY SERTA DISKUSI. KEMUDIAN DAPAT MERUMUSKAN DAN MEMPRESENTASIKAN MASALAH
DENGAN MENGGAMBARKANNYA SECARA LENGKAP DAN TERPERINCI.

Pengumpulan data
dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai
tujuan penelitian. Proses pengumpulan data yang ada dapat ditentukan dengan
variable-variable yang ada dalam hipotesis, pengumpulan data dilakukan terhadap
sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Cara memperolehnya ada dua yaitu
sebagai berikut:

a). Data primer,
yaitu data yang dikumpulkan dan dapat diolah sendiri oleh peneliti langsung
dari subjek atau objek penelitian.

b). Data
sekunder yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau
subjek penelitian.

Observasi adalah
bagaimana cara mengumpulkan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden
seperti survey dan diskusi melainkan juga dapat digunakan dalam menangkap
bahkan merekam apa saja fenomena yang terjadi. Cara-cara tersebut ternyata
masih banyak peneliti menggunakan karena dapat membantu mereka dalam
mempelajari tingkah laku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan juga
dapat dilakukan pada responden yang tidak memiliki kapasitas yang begitu besar
dalam artian masih kecil sekali.

Contohnya:
Seorang Psikolog anak dapat melakukan sebuah observasi mengenai bagaimana
perilaku seorang anak, semangat anak tersebut, kemampuan seorang anak tersebut,
hubungan anak dengan orang tuannya dan sebagainya.

Survey itu
adalah bagaimana cara mengumpulkan sebuah data dengan memberikan beberapa
kuisoner atau pernyataan kepada orang lain yang ingin kita jadikan sebagai
responden untuk mendapat jawaban hal yang ingin kita teliti tersebut.

Diskusi itu
teknik pengumpulan data, dengan duduk Bersama dengan orang yang dianggap
responden agar dapat bertukar pikiran untuk menyimpulkan data mana yang sesuai
dengan kebenaran.

Setelah dapat
mengumpulkan data dengan benar sesuai fakta yang terjadi maka, seorang dapat
mempersentasikannya dengan jelas dan gambaran yang lengkap agar yang menerima
informasi tersebut dengan maksimal.

 

3.    
MENGHUBUNGKAN
MASALAH DENGAN SYSTEM YANG ADA LALU MEMBUAT ROOT DEFINITION ATAU DEFINISI DASAR
YANG DAPAT MENJELASKAN PROSES PENCAPAIAN TUJUAN LALU MENGUJINYA DENGAN CATWOE
ANALYSIS.

Setelah
mengetahui masalah maka dapat kita buat definisi dasar dengan mangujinya dengan
CATWOE Analysis, yaitu dengan mengidentifikasi orang-orang, proses dan
lingkungan yang berkontribusi terhadap masalah, situasi atau masalah yang kita
butuhkan untuk menganalisis masalah yang kita cari. Sehingga CATWOE Analysis
sangat membantu dalam proses mencapai masalah yang dituju.

 

4.    
MEMBUAT
SEBUAH MODEL SYSTEM YANG SANGAT TERKONSEP UNTUK SETIAP MODEL SYSTEM YANG INGIN
DIDESKRISPSIKAN DENGAN MODEL AKTIVITAS KEMUDIAN MENENTUKAN KINERJA MODEL
TERSEBUT BERDASARKAN KETEPATAN, EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS.

Model tersebut
dapat menggunakan istilah Performance Prism yaitu suatu model pengukuran
kinerja yang menggambarkan kinerja organisasi sebagai bangun 3 dimensi
(Ketepatan, Efisiensi dan Efektivitas) yang memiliki 5 bidang sisi yaitu sisi
kepuasan stakeholder, strategi, proses, kapabilitas, dan kontribusi stakeholder
yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

a.      Kepuasan
Stakeholder

Stakeholder yang
dapat dipertimbangkan disini meliputi konsumen, tenaga kerja, supplier,
pemilik/investor, serta pemerintah dan masyarakat sekitar. Sangat penting bagi
perusahaan/organisasi dalam memberikan kepuasan terhadap apa yang diinginkan
dan dibutuhkan oleh stakeholdernya juga melakukan jalinan komunikasi yang baik
dengan mereka para stakeholder dapat menjalankan perannya secara baik dan
keberhasilan perusahaan/organisasi.

 

b.     Strategi

Strategi
sangatlah diperlukan dalam mengukur kinerja perusahaan/organisasi sebab dapat
dijadikan sebagai acuan sejauh mana tujuan perusahaan/organisasi telah
tercapai, sehingga pihak manajemen dapat mengambil langkat cepat dan tepat
dalam membuat keputusan untuk menyempurnakan kinerja perusahaan/organisasi.

 

c.     Proses

Proses
diibaratkan sebagai mesin dalam meraih kunci sukses yaitu bagaimana caranya
agar perusahaan/organisasi mampu memperoleh pendapatan yang tinggi dengan
pengeluaran seminimal mungkin, misalnya dengan pengoptimalan system pengadaan
barang.

 

d.     Kapabilitas

Kapabilitas atau
kemampuan disini adalah kemampuan yang dimiliki sebuah perusahaan/organisasi
yaitu kemampuan keahlian sumber dayanya, kemampuan dalam mempraktikan
bisnisnya, kemampuan memanfaatkan teknologinya, serta fasilitas-fasilitas
pendukungnya. Kemampuan perusahaan/organisasi adalah hal yang mendasar yang
harus dimiliki oleh perusahaan/organisasi karena apabila kemampuan
perusahaan/organisasi tersebut sangat berkualitas maka perusahaan/organisasi
tersebut dapat bersaing dengan perusahaan/organisasi lainnya.

 

e.      Kontribusi
Stakeholder

Untuk menentukan
hal apa saja yang harus diukur disebuah perusahaan/organisasi adalah menjadikan
tujuan akhir pengukuran kinerja tersebut dapat menggunakan model Performance
Prism. Jadi setiap perusahaan/organisasi harus mempertimbangkan hal-hal apa
saja yang mengenai keinginan dan apa saja yang dibutuhkan oleh para
stakeholdernya. Sebab perusahaan/organisasi kinerjannya yang dapat dikatakan
baik dan sehat itu adalah perusahaan/organisasi yang dapat memenuhi dan
menyampaikan apa saja yang diinginkan stakeholdernya karena hal tersebut
sangatlah mempengaruhi bagaimana nasib kedepannya sebuah perusahaan/organisasi
tersebut.

 

5.    
MEMBANDINGKAN
ANTARA MODEK YANG TELAH DIBUAT DENGAN KENYATAANNYA DAN APABILA PERLU, MODEL
KONSEP TERSEBUT DIDISKUSIKAN DENGAN STAKEHOLDER SEHINGGA DIHARAPKAN DAPAT
TERCAPAI PERUBAHAAN YANG LEBIH BAIK DAN SISTEMATIS.

Dari model yang
telah dibuat Performance Prism tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa betapa
penting sebuah perusahaan/organisasi dalam memerhatikan stakeholdernya sehingga
dapat terciptanya sebuah perusahaan/organisasi yang baik dan menjalan segala
tujuan aktivitas soft system thinking dengan sistematis yaitu sesuai dengan
prosedur yang baik dan menciptakan perubahan yang baik, baik itu lingkungan
perusahaan sendiri ataupun bagian internal perusahaan/organisasi tersebut.

 

Studi
kasus yang dapat diambil dari aktivitas soft system thinking yaitu

Perusahaan
pertambangan batu bara yang berada di Kelurahan Bentuas, Palaran yang cukup
meresahkan warga karena banyak lubang galian hingga membahayakan masyarakat
sekitar bahkan sampai meregang nyawa. Sehingga saya memiliki analisis soft
system thinking yaitu dengan adanya reboisasi setelah penggalian batubara atau
dengan cara warga sekitar Kelurahan Bentuas, Palaran yang mendekati galian
batubara dapat memindahkan warga sekitar tersebut ke wilayah yang lebih layak untuk
dihuni agar tidak terjadi hal-hal seperti adanya korban berikutnya di sekitar
galian bekas batubara tersebut. Namun kenyataan perusahaan batubara masih
memiliki kesadaran yang kurang terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat, dan
juga masyarakatt masih kurang mengutamakan keselamatan dirinya sendiri seperti
masih bermain ke galian lubang batubara. Seharusnya perusahaan dan masyarakat
juga harus memiliki kesadaran yang lebih terhadap lingkungan sekitar dan
keselamatan dirinya.

Konsep yang
dapat diterapkan oleh baik itu perusahaan sendiri dan masyarakat sekitar yaitu
sebagai berikut.

 

1.     Bagi
perusahaan batu bara, dapat melakukan cara ini :

–        
Memiliki hubungan
social yang baik dengan masyarakat sekitar yaitu memberikan pendidikan tentang
alam dan keselamatan diri, memberikan beasiswa baik buat pendidikan ataupun
beasiswa yang memiliki keahlian di olahraga agar dapat masyarakat sekitar lebih
dekat dengan perusahaan dalam artian perusahaan batubara tersebut lebih
memerhatikan mereka dan paham tentang bahaya dan juga keselamatan dirinya
bermain di lubang galian batu bara.

–        
Perusahaan batubara
tersebut dapat menyediakan tempat tinggal layak huni seperti tempat tinggal
mereka sebelumnya bahkan lebih baik dari sebelumnya yang jauh dari galian batu
bara tersebut dan memberikan tunjangan berupa dana ataupun tunjangan kesehatan,
jika masyarakat masih tidak mau menghiraukan keselamatan diri tersebut dapat
melakukan cara ini

 

2.     Bagi
masyarakat sekitar, dapat melakukan cara ini :

–        
Masyarakat dapat
membekali dirinya dengan mengkaji ilmu tentang bahaya lingkungan dan
keselamatan diri sendiri agar tidak ada lagi nyawa yang hilang akibat dari
galian batu bara tersebut.

–        
Masyarakat dapat
menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan dengan memenuhi ataupun mengambil
beasiswa yang sudah diberikan oleh perusahaan batu bara tersebut.

Masyarakat jika
diperangati oleh perusahaan tentang rumahnya akan dipindahkan karena adanya
kawasan batu bara ditempat tinggalnya, masyarakat dapat menuruti perusahaan
batu bara tersebut agar pindah ke tempat tinggal yang layak huni dan jauh dari
kawasan dari batu bara itu.